Buku Perdana: Metodologi Pembelajaran Matematika Tahun Terbit : September 2010 ISBN : 978-602-96508-1-5 Penerbit : Naufan Pustaka Kerjasama Perpustakaan IKIP Mataram. Silakan berikan komentar dan saran yang sifatnya membangun
Sabtu, 05 Januari 2013
Teori Belajar Jerome Brunner
Menurut Jerome Bruner belajar merupakan suatu proses aktif yang memungkinkan manusia untuk menemukan hal-hal baru diluar informasi yang diberikan kepada dirinya. Pengetahuan perlu dipelajari dalam tahap-tahap tertentu agar pengetahuan itu dapat diinternalisasi dalam pikiran (struktur kognitif) manusia yang mempelajarinya. Proses internalisasi akan terjadi secara sungguh-sungguh (yang berarti proses pembelajaran terjadi secara optimal) pengetahuan itu dipelajari dalam tahap-tahap (Herman Hudojo, 1988:56) seperti berikut:
a)Tahap Enaktif.
Suatu tahap pembelajaran dimana pengetahuan dipelajari secara aktif dengan menggunakan benda-benda konkret atau situasi yang nyata.
b)Tahap Ikonik.
Suatu tahap pembelajaran dimana pengetahuan direpresentasikan (diwujudkan) dalam bentuk bayangan visual (visual imagery), gambar atau diagram yang menggambarkan kegiatan konkret atau situasi konkret yang terdapat pada tahap enaktif.
c)Tahap Simbolik.
Suatu tahap pembelajaran dimana pengetahuan itu direpresentasikan dalam bentuk simbol-simbol abstrak, baik symbol-simbol verbal (misalkan huruf-huruf, kata-kata atau kalimat-kalimat), lambang-lambang matematika maupun lambang-lambang abstrak lainnya.
Teori Belajar Jerome Brunner dalam Pembelajaran Matematika
Suatu proses belajar akan berlangsung secara optimal jika pembelajaran diawali dengan tahap enaktif, dan kemudian jika tahap belajar yang pertama ini dirasa cukup, siswa beralih ke tahap belajar yang kedua, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi ikonik. Selanjutnya kegiatan belajar itu dilanjutkan pada tahap ketiga, yaitu tahap belajar dengan menggunakan modus representasi simbolik.
Contoh tentang Kesebangunan Bangun Datar.
Tahap Enaktif.
Pada tahap enaktif anak diberikan contoh tentang benda-benda di sekitarnya yang bentuknya sebangun dan ditunjukkan panjang sisi-sisinya. Kemudian mengajak siswa-siswa untuk mengukur panjang sisi-sisi dari bangun-bangun tersebut.
Tahap Ikonik
Pada tahap ikonik siswa dapat diberikan penjelasan tentang perbandingan dari sisi-sisi yang bersesuaian dari dua bangun sebangun dengan menggunakan gambar dan model dua bangun yang sebangun
Tahap Simbolik
Pada tahap simbolik siswa dibimbing untuk dapat mendefinisikan secara simbolik tentang kesebangunan, baik dengan lambang-lambang verbal maupun dengan lambang-lambang matematika.
Langganan:
Komentar (Atom)