Berangkat dari keluarga yang tidak mampu, merantau di negeri orang untuk menuntut ilmu, suka maupun duka telah dilewati dan masih dilalui sampai hari ini. Sejak usia 4 tahun beliau sudah bekerja selayaknya seorang petani atau buruh tani orang dewasa, namun beliau cukup kuat menahan hidup demi kesejahteraan keluarga. Disamping sebagai buruh tani beliau juga pernah berjualan pisang goreng di sebuah sekolah yang berjarak sekitar 3km dari rumahnya dengan berjalan kaki. Akan tetapi kata beliau, itu adalah proses kehidupan. Beliau anak kedua dari lima bersaudara dari pasangan harmonis Muhamad Sidik dan Rugayah.Pemuda usia 24 tahun silam ini meniti karir sebagai seorang dosen pendidikan matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) IKIP Mataram sejak tahun 2007 sampai sekarang. Saat ini beliau sedang melanjutkan studi Pascasarjana (S2) di Universitas Negeri Yogyakarta pada program studi pendidikan matematika.
Syahrir; kelahiran 1 Desember 1985 di Dusun Rasa Bou, Desa Nunggi Kecamatan Wera Kabupaten Bima, Sekolah Dasar di SD No. 3 (Sancara) Nunggi, Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 2 (Tawali) Wera dan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri (Tawali) Wera tamat tahun 2003. Dalam perhelatan kehidupan semakin modern, berbagai macam masalah (problem) yang dihadapi di usia remaja salah satunya adalah masalah ekonomi, untuk menutupi masalah tersebut beliau berusaha hidup ditengah-tengah kehidupan pasar selama 6 tahun sejak kelas satu SMP hingga tamat SMA. Dengan ketabahan dan ketekunan dalam menghadapi kehidupan, saya diijinkan oleh kedua orang tua (Muhamad Sidik & Rugayah) dan bibiku (Hj. Anuriah) untuk melanjutkan studi strata satu (S1) di IKIP Mataram pada Juli 2003, dengan perjuangan dan ketekunan selama 3½ tahun (42 bulan) mampu diselesaikan pada bulan April tahun 2007.
Pada September 2007, diterima sebagai dosen tetap yayasan di IKIP Mataram untuk mengajar mata kuliah Kalkulus dan mata kuliah dasar matematika lainnya. Selama dua tahun penulis mengajar di IKIP, di sekolah menengah pertama dan menengah penulis mengajar pada mata pelajaran matematika. Pada Februari 2009 saya mencoba ikut tes kuliah lanjutan di Universitas Negeri Yogyakarta dan diberikan kesempatan untuk melanjutkan (sekarang masih masa Studi S2).
Pengalaman organisasi kemahasiswaan sejak tahun 2003 hingga tamat kuliah, yang pertama kali dijejaki adalah organisasi baguyuban yaitu IRNAMA (Ikatan Remaja Nunggi Wera Mataram) sebagai ketua umum periode 2004-2006 dan HPMW (Himpunan Mahasiswa Wera Mataram) sebagai anggota selama menjadi mahasiswa. Kemudian organisasi internal kemahasiswaan IKIP Mataram yaitu Mahapala Handayani IKIP Mataram, Himpunan Mahasiswa Jurusan Matematika FPMIPA IKIP Mataram, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FPMIPA dan Institut di IKIP Mataram serta organisasi eksternal kemahasiswaan yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat FPMIPA IKIP Mataram dan lain-lain.
Dunia pendidikan terus berkembang, penulis muda ini hadir untuk membuka kualitas pendidikan khususnya pendidikan matematika. Beliau berharap pendidikan matematika di NTB dapat berkembangan pesat dengan jalan jujur dan ikhlas dalam mengembangkannya. Dengan buku “Strategi Pembelajaran Matematika” itu, para guru NTB dapat membuka diri supaya NTB menjadi provinsi yang memiliki guru teladan di negeri tercinta ini yaitu Indonesia.Buku itu adalah buku perdana yang beliau tulis di tingkat Nasional. Bagi yang berminat untuk menjadi pemerhati pendidikan, guru, dan mahasiswa teladan beranjaklah dari keterpurukan untuk membaca buku karya Syahrir.
Teman-teman, sahabat mari kita melihat ke belakang untuk memopong NTB. Dengan kisah beliau ini sebagai awal kita untuk memulai sesuatu demi kebaikan dunia dan akhirat.
Kontak person:
081328591216/gmail:Syahrir.WawoMandala@gmail.com.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar